Bawaslu Kota Bukittinggi Ajak Siswa SMKN 2 Kota Bukittinggi Jadi Generasi Melek Demokrasi
|
Bukittinggi, Bawaslu - Upaya membangun demokrasi yang sehat tidak hanya dilakukan menjelang pemilihan umum, tetapi juga melalui pendidikan dan pembentukan kesadaran sejak dini. Hal inilah yang kembali dilakukan oleh Bawaslu Kota Bukittinggi dengan menggelar kegiatan pendidikan demokrasi bagi siswa kelas XI di SMKN 2 Bukittinggi, Kamis (05/02/2026).
Sebanyak 60 orang siswa mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi serta meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas proses demokrasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif melalui edukasi kepada pemilih pemula.
Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ruzi Haryadi, bersama Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Eri Vatria, hadir langsung ke lingkungan sekolah didampingi jajaran sekretariat. Kehadiran mereka bertujuan untuk mendekatkan lembaga pengawas pemilu kepada kalangan pelajar sekaligus memberikan pemahaman awal mengenai demokrasi kepada para siswa yang nantinya akan menjadi pemilih pemula.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan konsep dasar demokrasi, fungsi dan tugas pengawasan pemilu, serta pentingnya menjaga integritas proses pemilu. Para narasumber juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam memastikan demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam penyampaian materinya, Bawaslu Kota Bukittinggi memberikan pemahaman mengenai pentingnya nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para siswa juga diajak memahami peran pemilih pemula dalam menentukan arah kepemimpinan masa depan melalui partisipasi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Selain itu, Bawaslu juga mengingatkan para siswa tentang berbagai potensi pelanggaran pemilu yang dapat merusak kualitas demokrasi, seperti praktik politik uang dan penyebaran informasi hoaks. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kritis di kalangan pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh praktik-praktik yang merusak proses demokrasi.
Penulis dan Foto: Humas