Ngabuburit Pengawasan Berisi Edukasi, Bawaslu Kota Bukittinggi Susun Persiapan Kegiatan
|
Bukittinggi, Bawaslu - Suasana persiapan kegiatan pengawasan pemilu di berbagai daerah mulai terasa semakin semarak. Salah satunya datang dari Bawaslu Kota Bukittinggi yang tengah mematangkan agenda bertajuk “Ngabuburit Pengawasan" pada Rabu, 4 Maret 2026. Adapun tujuan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan partisipatif.
Konsep “ngabuburit” yang identik dengan aktivitas menunggu waktu berbuka puasa dimanfaatkan secara kreatif oleh Bawaslu untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukasi. Dalam rapat persiapan yang digelar beberapa hari sebelumnya, jajaran komisioner dan staf sekretariat membahas secara rinci teknis pelaksanaan acara, mulai dari susunan acara, hingga materi edukasi yang akan disampaikan nantinya.
Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ruzi Haryadi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun kesadaran publik agar lebih aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan kunci dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran pemilu, seperti politik uang, kampanye hitam, maupun penyalahgunaan wewenang.
“Ngabuburit biasanya identik dengan kegiatan santai, tapi kali ini kita isi dengan edukasi yang ringan dan mudah dipahami. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan wawasan baru tanpa merasa digurui,” ujarnya.
Rencananya, kegiatan ini akan dikemas dalam bentuk dialog interaktif serta pembagian materi sosialisasi yang dikemas secara menarik. Persiapan yang matang terlihat dari pembagian tugas yang jelas. Setiap tim diberikan tanggung jawab spesifik, mulai dari publikasi hingga dokumentasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi peserta yang hadir.
Selain itu, Bawaslu Kota Bukittinggi juga menaruh perhatian pada aspek pesan yang akan disampaikan. Materi edukasi dirancang dengan bahasa yang sederhana, visual yang menarik, serta contoh-contoh konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, diharapkan pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga diingat dan diterapkan.
Kegiatan “Ngabuburit Pengawasan” ini menjadi bukti bahwa pengawasan pemilu dapat dilakukan dengan pendekatan yang inovatif dan humanis. Di tengah suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, Bawaslu berupaya menghadirkan ruang edukasi yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Penulis dan Foto: Humas