Ngabuburit Pengawasan: Mengadopsi Sistem Digital dalam Tata Kelola Pengawas Pemilu
|
Bukittinggi, Bawaslu - Bawaslu Kota Bukittinggi mengikuti kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar oleh Bawaslu Kota Sawahlunto bersama Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat pada Selasa (03/03/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan mengangkat tema “Mengadopsi Sistem Digital dalam Tata Kelola Pengawasan Pemilu”.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Alni, Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Muhammad Khadafi, Kasubbag Pengawasan Fadhul Hanif, serta pimpinan dan jajaran Bawaslu Pasaman Barat dan Bawaslu Sawahlunto.
Dalam sambutannya, Alni menegaskan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan pemilu. Ia menyebut, sistem pengawasan berbasis digital mampu mendorong transparansi, akuntabilitas, dan respons cepat lembaga pengawas di tengah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Pengawasan pemilu harus bergerak mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan, transparan, dan akuntabel,” tegas Alni.
Sementara itu, anggota Bawaslu Provinsi Sumbar, Muhammad Khadafi menambahkan, digitalisasi bukan sekadar penggunaan aplikasi, tetapi juga menyangkut perubahan budaya kerja. Menurutnya, lembaga pengawas harus adaptif terhadap teknologi agar tata kelola pengawasan semakin modern dan terintegrasi.
Pada sesi pemaparan materi, Anggota Bawaslu Pasaman Barat Beldia Putra bersama Anggota Bawaslu Kota Sawahlunto Febriboy Arnendra tampil sebagai narasumber. Keduanya memaparkan strategi penerapan sistem digital, mulai dari pengelolaan data, pelaporan hasil pengawasan, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi dan penguatan partisipasi publik.
Beldia Putra menekankan, pengawasan partisipatif di era digital menuntut keterlibatan aktif masyarakat melalui platform teknologi informasi. Ia menilai pemanfaatan sistem digital mampu mempercepat arus informasi sekaligus mempermudah koordinasi antarjajaran pengawas.
“Pengawasan partisipatif hari ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Dengan sistem digital, laporan masyarakat dapat diterima lebih cepat, diverifikasi lebih akurat, dan ditindaklanjuti secara terukur,” ujar Beldia.
Ia juga menambahkan, kolaborasi lintas daerah menjadi kunci dalam membangun sistem pengawasan yang terintegrasi di Sumatera Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan pada masa non-tahapan pemilu. Selain menjadi ruang berbagi praktik baik, forum tersebut juga mempererat sinergi antar-Bawaslu kabupaten/kota di Sumatera Barat dalam menghadapi tantangan pengawasan ke depan.
Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Pasaman Barat dan Bawaslu Sawahlunto berharap digitalisasi tata kelola pengawasan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, sehingga pengawasan pemilu yang transparan, profesional, dan partisipatif terus terwujud.
Penulis dan Foto: Humas