Peran Srikandi Mengawasi Pemilu
|
Bukittinggi, Bawaslu - Bulan April merupakan Bulan yang penuh makna dan sejarah bagi Bawaslu sebagai lembaga Penyelenggara Pemilu yang bertugas memastikan terselenggaranya Pemilu sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Karena tepat pada 9 April 2024 yang lalu Bawaslu masuk pada usia ke 16 tahun. Perjalanan panjang Bawaslu selama 16 tahun melalui banyak tantangan dan penuh perjuangan terutama dalam menjaga integritas penyelenggaraan Pemilu untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, sehingga akan muncul adanya kepercayaan publik. Tentunya ini tidak mudah dan perlu komitmen bersama Bawaslu beserta jajaran.
Bawaslu tidak akan maksimal dalam melakukan pengawasan tanpa adanya peran dari berbagai pihak tentu sangat menentukan , di antaranya, bagaimana perempuan memiliki peran strategis untuk
Rangkaian HUT Bawaslu ke -16 sudah dimulai sejak Tanggal 25 Maret 2024 dengan serangkaian acara yaitu pelaksanaanan Apel Pencanangan, Apel Peringatan HUT sekaligus tasyakuran pemotongan tumpeng di Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Puncak acara HUT Bawaslu digelar dalam bentuk Car Free Day yang diikuti oleh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia. Bawaslu Kota Bukittinggi melalui Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Eri Vatria mengapresiasi kegiatan tersebut dengan turut mengikuti serangkaian Puncak HUT Bawaslu RI ke 16 tersebut sekaligus peringatan Hari Kartini bertempat di area kantor Bawaslu RI, Minggu (21/4/2024).
Rangkaian Car Free Day dimulai dengan jalan santai bersama Pimpinan Bawaslu kemudian dilanjutkan dengan hiburan bagi masyarakat umum yang sedang berolahraga. Sambil menyemarakkan hari kartini disepanjang pagar Bawaslu, terdapat pameran foto-foto kegiatan Pencegahan, Pengawasan, Penindakan yang dilakukan oleh Srikandi Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang bertema “Srikandi Mengawasi”.
Eri mengungkapkan berbicara mengenai “Srikandi Mengawasi” bahwasannya kita sebagai perempuan harus berterima kasih kepada RA Kartini karena sudah memberi contoh konkret tentang perempuan yang tidak hanya tentang soal dapur, kasur dan sumur. Tapi perempuan bisa bekerja sesuai dengan prosesnya masing-masing.
Dalam hal ini, Srikandi Bawaslu bisa melanjutkan semangat RA Kartini untuk bekerja di tempat yang didominasi oleh kaum laki-laki dengan pekerjaan dan penuh waktu ketika sudah memasuki tahapan Pemilihan Pemilu atau Pilkada, baik itu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan akhir.
Penulis : E
Foto : Humas