Koordinasi dan Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Kota Bukittinggi Bersama Kajari Bicara Pengawasan dan Pencegahan Pemilu
|
Bukittinggi, Bawaslu - Memperkuat sinergi dalam pengawasan dan pencegahan Pemilu, Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ruzi Haryadi, bersama jajaran melakukan koordinasi dan konsolidasi demokrasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Djamaluddin di Kantor Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Rabu (16/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ruzi menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Bawaslu dan Kejaksaan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu Bawaslu dalam menjalankan tugas, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan kepemiluan. “Kami berterima kasih atas kerja sama dan dukungan yang selama ini diberikan. Sinergitas dalam Sentra Gakkumdu juga berjalan sangat baik, kita saling mendukung dan kompak,” ujarnya.
Ruzi mengungkapkan, menjelang Pemilu berikutnya, koordinasi dan kosolidasi demokrasi perlu terus digencarkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan demokrasi ke depan. Ia juga menyampaikan masukan terkait pemisahan penyelenggaraan Pemilu nasional dan lokal sebagai salah satu hal yang dapat menjadi bahan pembahasan dalam perbaikan sistem kepemiluan.
“Yang paling penting, bagaimana ke depan penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu dapat berjalan lebih baik sehingga berbagai persoalan yang terjadi dapat diminimalkan,” tegas Ruzi.
Sementara itu, Kajari Bukittinggi, Djamaluddin, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Bawaslu. Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman hukum kepemiluan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan. “Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat memahami aturan dan bersama-sama mencegah terjadinya kecurangan dalam Pemilu,” ungkapnya.
Djamaluddin juga membuka ruang penguatan kerja sama melalui edukasi dan pendidikan demokrasi. Untuk aspek penegakan hukum, koordinasi dapat dilakukan bersama Kasi Pidum dalam kerangka Sentra Gakkumdu, sementara itu upaya pencegahan dapat diperkuat melalui koordinasi dengan Kasi Intelijen. Ia turut menyambut permintaan Bawaslu terkait dukungan materi untuk pelaksanaan pendidikan demokrasi.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam membangun pengawasan Pemilu yang lebih baik, mengedepankan pencegahan, serta meningkatkan pemahaman hukum dan demokrasi di tengah masyarakat.
Penulis dan Foto: Humas