Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Pemilu yang Bermartabat Tahun 2029, Bawaslu Kota Bukittinggi Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif

P2P

Foto bersama setelah terlaksanananya Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).

Bukittinggi, Bawaslu - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P)sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam mengawal demokrasi yang bermartabat menuju Pemilu Tahun 2029. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Kota Bukittinggi pada Kamis (9/7/2026) tersebut diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan, guru, mahasiswa, wartawan dan Saka Adhyasta Pemilu Kota Bukittinggi.

Agenda ini secara resmi mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat".

Perwakilan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Beni Azis, memaparkan alasan penting di balik pelaksanaan kegiatan pendidikan ini.

Menurutnya, jajaran pejabat Bawaslu memiliki keterbatasan personel sehingga tidak mampu mengawasi seluruh aktivitas publik selama tahapan pemilu dengan komprehensif dan detail.

Oleh karena itu, program P2P yang sebelumnya bernama Sekolah Kader Pengawas Pemilu (SKPP) ini diadakan guna mencetak kader pengawas masyarakat yang berintegritas.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ridwan Afandi, berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan tidak hanya berhenti di ruang pelatihan.

Ia menaruh harapan besar agar ilmu yang diberikan bermanfaat dan mampu memberikan dampak penyebaran yang masif seperti efek bola salju di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan juga turut menginformasikan bahwa saat ini Bawaslu tingkat pusat tengah merancang undang-undang pemilu yang terbaru.

Kegiatan P2P ini diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat.

Penulis dan Foto: Humas