Bawaslu Kota Bukittinggi Bersama STIT Ahlussunnah Diskusikan Penguatan Pengawasan dan Transparansi Pemilu
|
Bukittinggi, Bawaslu - Bawaslu Kota Bukittinggi terus memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi dalam upaya membangun demokrasi yang lebih berkualitas dan bermartabat. Hal tersebut diwujudkan melalui diskusi konsolidasi demokrasi antara Anggota Bawaslu Kota Bukittinggi, Eri Vatria bersama Ketua STIT Ahlussunnah, Yosi Aryanti pada Senin (18/05/2026) di Kantor Bawaslu Kota Bukittinggi.
Diskusi tersebut membahas berbagai catatan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sebelumnya, mulai dari tantangan pengawasan, perkembangan informasi di media sosial, hingga penguatan transparansi dan pengawasan partisipatif dalam pelaksanaan pemilu ke depan.
Dalam penyampaiannya, Yosi Aryanti menilai bahwa pelaksanaan pemilu ke depan perlu lebih mengedepankan kualitas demokrasi, tidak hanya berfokus pada keberhasilan administratif semata. Menurutnya, penguatan pengawasan yang bersifat preventif, edukatif, dan partisipatif perlu terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat serta kalangan akademisi.
“Pemilu yang berkualitas tidak hanya diukur dari suksesnya tahapan administrasi, tetapi juga bagaimana demokrasi mampu membangun kesadaran politik masyarakat yang sehat dan bermartabat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan informasi di media sosial. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, disinformasi, maupun kampanye negatif yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.
“Media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pola pikir dan opini publik. Karena itu, pengawasan terhadap ruang digital perlu menjadi perhatian serius bersama, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.
Selain itu, Yosi turut menyoroti pentingnya transparansi dalam pengawasan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawas hingga tingkat bawah. Ia menilai pemanfaatan teknologi dan keterbukaan informasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
“Pengawasan yang transparan, didukung teknologi dan SDM yang berkualitas, akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan penyelenggaraan pemilu,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Bukittinggi, Eri Vatria menyambut baik berbagai masukan dan pandangan yang disampaikan dalam diskusi tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Bawaslu dan kalangan akademisi menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif serta pendidikan demokrasi di tengah masyarakat.
Melalui diskusi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Bawaslu dan dunia akademik dalam mendorong terciptanya pemilu yang jujur, adil, damai, transparan, dan bermartabat di masa mendatang.
Penulis dan Foto: Humas