Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Bukittinggi Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Demokrasi Melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif

demokrasi

Bawaslu Kota Bukittinggi menggelar kegiatan pendidikan demokrasi bagi 50 mahasiswa Semester IV Program Studi Administrasi Publik Universitas Mohammad Natsir Kota Bukittinggi. 

Bukittinggi, Bawaslu - Sebagai upaya memperkuat budaya demokrasi di kalangan generasi muda, Bawaslu Kota Bukittinggi menggelar kegiatan pendidikan demokrasi bagi 50 mahasiswa Semester IV Program Studi Administrasi Publik Universitas Mohammad Natsir Kota Bukittinggi, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Bawaslu dalam meningkatkan literasi kepemiluan sekaligus mendorong lahirnya kader-kader pengawas partisipatif dari lingkungan akademik.

Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa diberikan pemahaman mengenai peran strategis Bawaslu dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan, mulai dari aspek pencegahan pelanggaran, pengawasan tahapan, hingga pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan penyelenggaraan pemilu di era digital, termasuk penyebaran informasi yang tidak benar serta pentingnya meningkatkan kesadaran politik di kalangan masyarakat.

Anggota Bawaslu Kota Bukittinggi, Eri Vatria, selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HPPH), menyampaikan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Menurutnya, mahasiswa memiliki kapasitas intelektual dan kepedulian sosial yang dapat menjadi kekuatan dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi kepada masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu strategi Bawaslu dalam memperluas keterlibatan masyarakat untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Semakin banyak masyarakat yang memahami aturan kepemiluan dan berani berpartisipasi dalam pengawasan, maka kualitas demokrasi akan semakin kuat dan kepercayaan publik terhadap proses pemilu juga akan meningkat.

Melalui kegiatan pendidikan demokrasi ini, Bawaslu Kota Bukittinggi berharap terjalin kolaborasi yang berkelanjutan dengan dunia akademik dalam mengembangkan budaya demokrasi yang sehat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat, menyebarkan pemahaman tentang pentingnya partisipasi politik yang bertanggung jawab, serta berkontribusi dalam mewujudkan Pemilu dan Pemilihan yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.

Penulis dan Foto: Humas