Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Bukittinggi Kembali Perkuat Literasi Demokrasi di FEBI UIN SMDD Kota Bukittinggi

demokrasi

Anggota Bawaslu Kota Bukittinggi, Eri Vatria sebagai narasumber dalam memperkuat pemahaman demokrasi  bersama mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah Kelas A

Bukittinggi, Bawaslu - Bawaslu Kota Bukittinggi kembali melaksanakan kegiatan pendidikan demokrasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi, tepatnya bersama mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah Kelas A pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkuat pemahaman demokrasi dan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa.

Pendidikan demokrasi tersebut menghadirkan langsung Anggota Bawaslu Kota Bukittinggi, Eri Vatria sebagai narasumber dan turut dihadiri oleh Staf Sekretariat Bawaslu Kota Bukittinggi. Kegiatan ini merupakan pertemuan kedua dari rangkaian pendidikan demokrasi yang direncanakan berlangsung sebanyak tiga kali pertemuan.

Dalam pemaparannya, Eri Vatria menyampaikan materi bertema “Meneguhkan Kedaulatan Rakyat melalui Pengawasan Pemilu Berintegritas.” Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi melalui partisipasi aktif dan kesadaran politik yang sehat.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. Pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk generasi muda,” ujarnya.

Eri juga mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dalam menyikapi perkembangan informasi politik, terutama di era digital yang rentan terhadap hoaks dan disinformasi. Menurutnya, penguatan literasi demokrasi menjadi hal penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

“Demokrasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai menggunakan hak pilih saat pemilu, tetapi bagaimana masyarakat ikut mengawal proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas,” ungkapnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif dapat menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan demokrasi yang lebih berkualitas dan bermartabat.

“Generasi muda harus berani menjadi bagian dari penguatan demokrasi melalui sikap kritis, partisipatif, dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap proses demokrasi,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pandangan yang disampaikan terkait pengawasan pemilu, partisipasi masyarakat, hingga tantangan demokrasi di era digital.

Melalui kegiatan pendidikan demokrasi ini, Bawaslu Kota Bukittinggi berharap dapat terus membangun kesadaran demokrasi di lingkungan kampus serta memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan kalangan akademisi dalam menjaga kualitas demokrasi di masa mendatang.

Penulis dan Foto: Humas